Keunikan yang Ada Kampung Adat Toraja Sillanan Tana Toraja

Merasa bosan dengan wisata yang itu-itu saja paket tour toraja menjadi salah satu pilihan menarik, Anda dapat mencoba mengunjungi kampung adat Toraja Sillanan Tana Toraja. Sillanan disebut sebagai desa bebatuan, karena seluruh desanya tertutup oleh batu-batu kapur. Desa ini terletak 18 km dari kota Makale. Sebagian besar warga sillanan adalah petani. Mereka menanam sayur, kopi dan padi di celah bebatuan. Kebanyakan penduduknya tinggal di rumah adat tongkonan. Beberapa warganya masih memiliki lumbung padi tradisional. Ada beberapa hal yang khas yang dapat ditemukan di desa Sillanan antara lain dapat dijelaskan pada ulasan berikut ini.

 

Beberapa keunikan yang ada di Kampung Adat Toraja Sillanan Tana Toraja

  1. Pemakaman dengan lubang batu

Makam yang ada di kampung adat Toraja Sillanan Tana Toraja menggunakan lubang-lubang batu untuk menempatkan mayat. Selain itu, masih ditemukan monumen megalitikum ketika upacara penguburan jenazah. Kemudian saat upacara pemakaman, masyarakat menyembelih kerbau. Banyaknya kerbau disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Tanduk dari kerbau disimpan di atas rumah tongkonan. Hewan kerbau memang dijadikan simbol status sosial oleh masyarakat asli Toraja. Sehingga semakin banyak tanduk menunjukkan semakin kaya seseorang.

 

  1. Sumur Tintiri

Sumur tintiri adalah sumur adat yang dimiliki desa sillanan. Air dari sumur ini dipercaya dapat membuat seseorang panjang umur dan awet muda. Airnya berasal dari mata air yang tidak biasa, sehingga sejuk, segar dan dingin. Banyak wisatawan yang membawa pulang air dari sumur tintiri sebagai buah tangan untuk sanak saudara mereka. Diperkirakan usia dari sumur ini hampir sama dengan adanya kampung adat toraja sillanan tana toraja. Sumur tintiri atau bubunna tintirri buntu tidak pernah mengalami kekeringan, walaupun musim kemarau yang panjang melanda wilayah tersebut. Bubunna tintirri buntu memiliki cerita mistis yaitu adanya seekor belut raksasa di dalam sumur dan adanya simbol wanita yang berada di luar sumur dipercaya sebagai penjaga dari sumur tersebut. Bahkan menurut cerita yang beredar, karena memahat patung wajah wanita di sumur tintiri mengakibatkan dirinya meninggal dan keturunannya juga hilang.

 

  1. Benteng

Kampung adat toraja sillanan tana toraja juga memiliki peninggalan bersejarah seperti benteng pertahanan yakni Tangdi Rompo yang terletak di puncak bukit dari desa tersebut. Benteng ini terbuat dari batu asli yang berasal dari gunung. Batu-batu tersebut tersusun dengan rapi. Keberadaan benteng digunakan sebagai upaya pertahanan diri saat peperangan oleh masyarakat sillanan pada zaman penjajahan Belanda. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat bersembunyi saat pertempuran melawan musuh. Letak benteng ini sangat jauh dari pemukiman warga. Untuk dapat sampai di benteng tersebut membutuhkan waktu sehari semalam atau 24 jam dengan cara berjalan kaki. Akses jalan juga cukup susah, sehingga tidak dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 atau pun 4.

 

Desa Sillanan dapat ditempuh dengan angkutan umum pertama (Makale-Mebali). Kemudian, dilanjutkan dengan angkutan yang kedua (Mebali-Sillanan). Untuk sampai ke kampung adat Toraja dapat berjalan kaki maupun naik ojek. Penginapan atau pemondokan bagi para wisatawan juga tersedia di sekitar pemukiman ini. Selain itu, sekitar 5 km dari desa d Sillanan terdapat hotel yang bagus yaitu hotel bintang 3.

 

Demikianlah tadi ulasan mengenai keunikan-keunikan yang terdapat di kampung adat toraja sillanan tana toraja. Bagi Anda yang berkunjung ke Tana Toraja, jangan lupa untuk mampir ke perkampungan ini. Karena suasana adat istiadatnya masih kental di situ. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan.

Leave a Comment